Rabu, 11 November 2015

Selasa, 10 November 2015

Merawat saxophone

Tips: Merawat SAXOPHONE
Oleh: Prisca Larasati

Saxophone, sangat perlu perawatan
Ada beberapa Tips/cara agar Saxophone kita senantiasa 'Excellence'
performance nya.

-Buka dan keluarkan saja dari covernya setiap hari, waktunya bisa pagi, siang atau sore, sesempat kita. Periksa apakah ada noda-noda disekujur tubuhnya yang sexy. Noda-noda itu biasanya bekas keringat dari tangan kita, atau ludah kita yang sedikit keluar dari 'hole nada' yang membuka dan menutup pada saat kita bermain. Dengan menggunakan kain yang lembut kita lap sampai noda-noda hilang. Dan Bodinya yang sexy itu kembali mengkilap.

-Perhatikan pada saat kita sedang meniup Saxophone dengan posisi berdiri, diusahakan jangan sampai kepala ikat pinggang yang kita pakai (biasanya dari logam keras) melukai body Saxophone dibagian belakang bawah.

-Pada Saxophone banyak terdapat komponen-komponen 'engsel' yang selalu bergerak-gerak pada saat dimainkan, perhatikan setiap kali kita selesai bermain bagian-bagian 'sekrup' barangkali kendor. Kencangkan kembali dengan mempergunakan 'obeng kecil' agar bagian yang kendor tidak terlepas.

-Buka bagian 'NECK' kemudian dicuci dengan air dibagian dalamnya agar bekas ludah kita bersih, seterusnya dilap dengan kain lembut sampai kering, Mouthpiece dan Reed juga dicuci hingga bersih dari ludah kita seterusnya juga dilap dengan kain lembut sampai kering supaya tidak menimbulkan jamur.

-Jangan lupa memasang kembali 'penyerap' ludah yang terpasang pada body Saxophone kita, agar tidak ada bekas 'endapan' ludah kita didalamnya.

Nah setelah semua itu kita lakukan, 'parkir' kembali si Sexy di tempatnya. Niscaya Saxophone kita selalu tampil prima dan 'sehat'. Selamat mencoba



Teknik dasar bermain saxophone

TEKNIK DASAR
BERMAIN SAXOPHONE

a. Embouchure

Kata embouchure berasal dari bahasa Perancis yang artinya “mulut sungai”]. Di dalam teknik bermain saxophone, embouchure menggambarkan formasi antara bibir, gigi, rahang, dan otot-otot di sekitar mulut ketika udara ditiupkan melalui mouthpiece. Secara alamiah, embouchure berakibat pada upaya untuk menghasilkan tone yang baik dan kemampuan untuk mengendalikan saxophone dengan baik
Dalam praktek, terdapat beberapa formasi embouchure yang sering digunakan oleh banyak saxophonist, namun penulis hanya akan menguraikan salah satu formasi embouchure yang saat ini paling banyak digunakan dan dapat menghasilkan kualitas suara dan tone yang baik. Berikut ini adalah gambar dari formasi embouchure :
Description: Graphic1
Gambar yang paling atas menggambarkan embouchure yang kurang baik. Terlalu banyak bibir bagian bawah yang menempel pada gigi, dan bibir bagian bawah terlalu banyak melipat ke dalam mouthpiece. Pada formasi seperti ini sulit menghasilkan suara dan tone yang lebih terang (bright), lebih bebas, dan lebih fleksibel. Sedangkan formasi embouchure pada gambar yang paling bawah dapat menghasilkan suara dan tone yang lebih terang, karena getaran reed yang dihasilkan dapat lebih bebas. Dari gambar ini, reed tetap tersentuh oleh bibir bagian bawah, namun hanya sebagian kecil bagian dari bibir bawah yang berada di antara mouthpiece dan gigi. Bayangkan huruf “V”  untuk mencari posisi bibir yang nyaman agar menghasilkan tone yang baik.
Aspek penting lainnya dari formasi embouchure ini adalah seberapa  banyak bagian mouthpiece yang masuk ke dalam mulut. Jika terlalu sedikit bagian mouthpiece yang masuk ke dalam mulut, maka sound atau suara yang dihasilkan akan kecil dan mengurangi kemampuan untuk mengontrol saxophone. Satu cara untuk mengetahui apakah mouthpiece terlalu dalam masuk ke dalam mulut atau tidak adalah dengan melihat mouthpiece dari samping dengan reed yang terpasang pada mouthpiece. Perhatikan bahwa jarak antara reed dan mouthpiece (facing tip of the mouthpiece) semakin menjauh. Titik pertemuan antara reed dan mouthpiece yang akan berjarak itulah kira-kira posisi gigi bagian atas yang menempel pada mouthpiece seharusnya diletakkan.

b. Tongue (Tonguing à teknik lidah)
Teknik lidah (tongue;tonguing) merupakan salah satu teknik dasar yang juga penting dalam memainkan saxophone. Lidah digunakan untuk memberikan attack atau aksen ketika mulai mengeluarkan udara melalui mouthpiece.
Terdapat berbagai macam variasi tonguing, namun pada umumnya teknik menggunakan tonguing adalah dengan menyentuhkan ujung lidah dengan ujung reed, sembari mengucapkan ”dah” ketika ujung lidah menyentuh ujung reed.

c. Breathing (pernapasan)
 Memainkan woodwind instrumen seperti saxophone adalah sama seperti melakukan olah raga, kita harus sering berlatih agar kemampuan memainkan wind istrument semakin baik sejalan dengan semakin baiknya kondisi tubuh kita. Latihan pernapasan harus menjadi bagian latihan rutin kita agar kemampuan untuk menguasai instrumen bertambah pula.
Pada kenyataannya, latihan pernapasan yang rutin sangat banyak membantu kehidupan kita. Beberapa manfaat penting latihan pernapasan bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah :
·         Bermanfaat bagi kesehatan manusia. Para ahli meyakini jika setiap manusia di dunia mengambil napas dalam 10 hitungan yang lambat dan mengambil napas dalam-dalam setiap hari, maka kita sudah bisa menghindari munculnya penyakit paru-paru di bumi;
·         Menurut aturan yoga, latihan mengambil napas dalam-dalam merupakan salah satu bentuk meditasi. Dengan mengambil napas dalam-dalam secara teratur akan membantu pikiran kita untuk fokus pada satu hal. Tentunya hal ini sangat membantu kita dalam memainkan musik yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan juga membantu kita untuk mengatasi perasaan gugup ketika akan menghadapi suatu pementasan;
·         Selain itu, terdapat juga manfaat secara spiritual. Dalam ajaran Islam dikenal pengucapan Istighfar ketika kita sedang emosi atau tersadar dari khilaf. Ketika kita mengucapkan Astaghfirullah al  Azhiim (baik secara singkat maupun yang lengkap), sebenarnya terjadi pengendalian ritme bernapas. Napas menjadi lebih teratur, sehingga cairan adrenalin yang naik ketika emosi (yang menyebabkan seseorang yang emosi menjadi sesak) dapat dikendalikan kembali. Begitu juga ketika kita membaca ayat-ayat suci Al Qur’an, dalam setiap memulai membaca kita mengambil napas lalu secara teratur napas kita keluarkan bersamaan dengan pembacaan ayat-ayat suci di akhir kalimat. Contoh nyata kaitan pernapasan dengan spiritualitas yang dialami seorang musisi adalah saxophonist John Coltrane[2]. Pada periode akhir tahun 1950-an John Coltrane mengalami proses transformasi dari masa hard bop menuju masa avant-guard style. Pada saat Coltrane mengalami masa hard bop, dia mengeluarkan ide-ide yang lebih jauh dari yang pernah ada sebelumnya, pada masa ini dia menghasilkan frase-frase improvisasi yang sangat panjang dengan akurasi kecepatan yang sangat tinggi. Bagi saxophonist, upaya menghasilkan siklus pernapasan (seperti yang dilakukan Coltrane) sangat mirip dengan latihan pernapasan Prana dalam Hatha Yoga. Kemudian dari periode hard bop, Coltrane mengalami transformasi menuju gaya permainan avant-guard yang hampir mengabaikan semua kaidah-kaidah dalam musik jazz tradisional, dalam periode ini hampir semua album yang dihasilkannya menggunakan pengendalian emosi pada tenor saxophone. Semua album yang dihasilkan pada periode ini menggunakan tema-tema spiritual dan berpuncak pada lahirnya album “A Love Supreme” yang menjadi album paling berpengaruh pada perkembangan jazz dunia.




PUISI BERANJAK

PUISI

BERANJAK

Suci bersih

Tak menegerti apa dunia

Dan apa saja yang akan terjadi saat di dunianya

Wajah polos tak ternoda

Menegerti cinta dan Patah hati

Ketika beban hidup terasa berat

Mengembara tanpa arah

Sabarnya selalu terbatas


Hingga terasa hidup tapi tak hidup

Karya : Helmas Hardanto

puisi kegelisahan

PUISI
                                                                KEGELISAHAN

Gelap terbitlah senja

Hening semilir angina

Tatapan kosong tanpa arti

Terlihat  jelas samudera biru diatas kepalaku

Jatuh dalam harapan

Waktu di paksa untuk berhenti

Pernah jatuh mencoba bangkit

Mencoba bangkit namun jatuh kemabali

Hilang arah hilang tujuan

Hati mengeras seperti baja

karya : Helmas Hardanto


CERITA PENDEK PENUH MAKNA

CERITA PENDEK PENUH MAKNA


1.       Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat Menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”
Makna
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!.
Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya? Ayahnya menjawab, Sudah tentu!Siapa yang menemukan listrik? Edison. Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”
Makna    
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, plak’ gembok besar itu sudah terbuka.
Makna
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan
mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.












Resep Kue Cubit Enak dan Empuk

Resep Kue Cubit Enak dan Empuk

Resep kue cubit

Bahan:
50 gram tepung terigu, ayak
50 gram gula pasir
50 gram margarin, cair
1 sdt baking powder
2 gram ragi
100 gram telur

Topping: 
Cokelat keping
cokelat batangan, potong
biskuit hitam, hancurkan

Cara Membuat:
1. Campur semua bahan jadi satu. Aduk perlahan dengan sendok kayu. Aduk sampai semua bahan tercampur rata. 

2. Diamkan 15 menit agar adonan mengembang.

3. Panaskan cetakan kue cubit, oles dengan minyak. Tuangkan adonan kue cubit ke dalam cetakan. Tutup, biarkan matang.

4. Setelah tiga menit di masak, tambahkan topping sesuai keinginan Anda. Tutup kembali.

5. Masak sampai tingkat kematangan yang diinginkan. Jika ingin matang sempurna, masak sekitar 10 menit dengan api sedang. 






EKILAS TENTANG BANDMINTON / BULU TANGKIS

SEKILAS TENTANG BANDMINTON / BULU TANGKIS


Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

PERLENGKAPAN


Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.

Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senarnya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.

Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.

Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.


Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah 
kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.



sekilas tentang saxophone

SEKILAS TENTANG SAXOPHONE

Saxophone adalah alat musik yang masuk dalam kategori aerophone, single-reed woodwind instrument. Saat ini saxophone sangat popular digunakan dalam musik jazz, dan memiliki berbagai jenis dengan range yang berbeda-beda.

Saxophone berasal dari Belgia, dibuat oleh seorang pemain clarinet dan pembuat alat musik bernama Adolphe Sax pada awal tahun 1840. Tentang bagaimana munculnya ide pembuatan Saxophone sendiri tidak jelas, dan para ahli menyimpulkan bahwa salah satu kemungkinan adalah Saxophone lahir dari hasil eksperimen Sax dengan berbagai Clarinet, Adolphe Sax juga terkenal dengan desain ulang Bass Clarinet, dengan dua register instrument yang terpisah satu oktaf.

Walau menurut penelitian Saxophone lahir pada tahun 1841, namun lebih tepat jika tahun kelahirannya adalah pada saat Sax mempatenkan ciptaannya itu pada tahun 1846. hak paten Sax mencakupi 2 keluarga Saxophone yaitu keluarga orkestra (in C dan in F) dan keluarga band (in Bb dan in Eb).

Hanya beberapa dari isi table di atas yang dibuat pada saat Sax mempaten karena ada pendapat yang mengatakan bahwa pada awalnya Sax berniat membuat Saxophone sebagai instrument tenor/bass.

Pengunaan Saxophone ini pertaman kali muncul ke permukaan oleh sahabat dari Sax yaituHector Berlioz pada tahun 1942. pengunaannya di orkestra sangat jarang, hanya beberapa composer klasik yang menggunakannya seperti Berlioz, Maurice Ravel, dan composerJerman Richard Wagner.

Perkembangan teknis dari Saxophone ini dapat dibagi menjadi dua fase yaitu pada saat hak paten Sax masih berlaku dan sesudahnya. Pada fase pertama, perubahan dan perkembangannya berjalan lambat, dan mekanisme saxophone lebih sederhana, lebih mirip kepada clarinet. Namun setelah hak paten habis pada tahun 1866, muncul banyak pembuat Saxophone yang akhirnya mengakibatkan perkembangannya yang lebih cepat secara teknis. walau begitu, dalam 150 tahun perkembangannya, fondasi dasar Saxophone tidak banyak berubah dari desain awalnya. pada awalnya saxophone banyak digunakan dalam band militer. Hingga memasuki 1900-an, saxophone secara perlahan mulai banyak digunakan, salah satunya dalam pertunjukkan Vaudeville dan dance band mengantikan violin.

Sampai saat ketika musisi Jazz mulai melirik saxophone, dengan mengaplikasikan phrasing dan attack dari trumpet. Sekitar tahun 1920-an, dengan tokoh seperti Sidney Bechet, dan Coleman Hawkins. Lalu disempurnakan pada tahun 1930-an dengan Lester Young, lalu muncul Charlie Parker. Musisi yang disebutkan di atas bereksperimen dengan berbagai tone dan suara dari saxophone hingga teknik bermainnya berkembang seperti saat ini dan menjadikan saxophone menjadi alat musik yang sangat popular.

Saat ini saxophone yang paling umum digunakan adalah Soprano (Bb), Alto (Eb), Tenor (Bb), dan Baritone (Eb).


Puisi keheningan malam

PUISI
                                               
Keheningan Malam


Malam menjadi terlalu dingin

Ketika pagi tak seperti biasa lagi

Ketika panas tak terasa sakit

Ktika dingin terasa menusuk

Jam berdetak pukul dua belas

Hidup atau mati untuk esok

Berjalan tak bernyawa

Memebeku dalam suatu ritme

Jantung terdiam sesaat

Terasa dingin namun  panas

Berpikir namun hanya berputar


Karya : helmas hardanto

PUISI SEMANGAT

PUISI



SEMANGAT

Bangkit dari kerterpurukan

Berdiri tegak penuh semangat

Hari ini adalah saksi dimana mimpi itu akan terwujud

Mimpi itu dekat hanya tinggal membuatnya menjadi nyata

Gagal bukan alasan untuk menyerah

Tegar saat menghadapi masalah

Tekad yang tinggi setinggi langit

Keyakinan yang tidak akan goyah di terpa angin


Esok  akan terpancar sebuah senyuman indah

Diksi dan kalimat aktif

Diksi dan kalimat aktif

DIKSI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pemilihan kat yang tepat dan selaras dalam penggunaanya sehingga dapat memberikan kesan / makna / efek sesuai dengan harapan.


Fungsi Diksi ?
- Mudah dipahami. Pemilihan diksi yang tepat dan selaras akan memudahkan pembaca atau pendengar lebih mudah dalam memahami arti kata atau makna kalimat atau gagasan yang hendak ingin disampaikan. misal dalam menulis buku cerita yang memiliki tujuan anak-anak remaja sebagai sasaran pembaca, maka gunakanlah kata-kata sederhana yang mudah dipahami dengan demikian pesan moral yang ingin disampaikan akan sampai pada hati pembaca
-Mendapatkan tujuan. Dengan menggunakan diksi yang tepat, maka peluang untuk mendapatkan tujuan lebih besar. Hal ini karena komunikasi yang berlangsung sangat efektif selain itu pemilihan kata yang sesuai dengan suasana resmi ataupun tidak resmi akan menciptakan ekspresi tertentu yang dapat menyenangkan pendengar atau pembaca. Kata yang digunakan menunjukkan makna yang ingin diutarakan. Namun demikian, seringkali kata yang digunakan memiliki arti yang berbeda dengan makna itu sendiri. 



Manfaat Diksi 

1.Dapat membedakan secara cermat kata-kata denitatif dan konotatif, bersinonim dan hapir bersinonim, kata-kata yang mirip dalam ejaannya.

2.Dapat membedakan kata-kata ciptaan sendiri fan juga kata yang mengutip dari orang yang terkenal yang belum diterima dimasyarakat. Sehingga dapat menyebabkan kontroversi dalam masyarakat.

Untuk memenuhi kedua syarat tersebut maka perlu diperhatikan hal – hal sebagai berikut :

1.Pilihan kata sesuai dengan kaidah kelompok kata/frase

Tepat
Contoh:  Makna kata lihat dengan kata pandang biasanya bersinonim, tetapi kelompok kata pandangan mata tidak dapat digantikan  dengan lihatan mata.



Seksama
Contoh: Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang bersinonim. Kita biasanya mengatakan hari raya serta hari besar, tetapi kita tidak pernah mengatakan hari agung, hari akbar ataupun hari tinggi. Begitu pula dengan kata jaksa agung tidak dapat digantikan dengan jaksa besar ataupun jaksa raya, atau pun jaksa tinggi  karena kata tersebut tidak seksama.

Lazim
Lazim adalah kata itu sudah menjadi milik bahasa Indonesia. Kata yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia apabila dipergunakan sangatlah akan membingungkan pengertian saja.
Contoh: Kata makan dan santap bersinonim. Akan tetapi tidak dapat mengatakan Anjing bersantap sebagai sinonim anjing makan.  Kemudian kata santapan rohani tidak dapat pula digantikan dengan makanan rohani.  Kedua kata ini mungkin tepat pengelompokannya, tetapi tidak seksama serta tidak lazim dari sudut makna dan pemakain-nya.


2.Pilihan kata sesuai dengan kaidah makna kata.

Berdasarkan bentuk maknanya, makna dibedakan atas dua macam yaitu:

Makna Leksikal adalah makna kamus atau makna yang terdapat di dalam kamus, makna ini dimiliki oleh kata dasar. Contoh : makan, tidur, ibu, adik, buku.

 Makna Gramatikal adalah makna yang dimiliki kata setelah mengalami proses gramatikal, seperti proses afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan), dan komposisi (pemajemukan). Contoh : Proses afiksasi awalan me- pada kata dasar kotor ; Adik mengotori lantai itu.

3.  Pilihan kata sesuai dengan Kaidah Lingkungan Sosial Kata
Diksi harus selalu diperhatikan lingkungan pemakian kata-kata. Dengan membedakan 

lingkungan itu, pilihan kata yang kita lakukan akan lebih tepat dan mengena. Lingkungan itu dapat kita lihat berdasarkan :

-Tingkat sosial yang mengakibatkan terjadinya sosiolek
Contoh: Kata- kata mati, meninggal dunia, wafat, tewas, mampus, mangkat  kita bedakan penggunaanya di dalam bahasa Indonesia berdasarkan rasa bahasa bukanlah melihat tingkat sosialnya

-Daerah/geografi yang mengakibatkan dialek
Contoh: Kata-kata bis,kereta, dan motor kita bedakan penggunaanya berdasarkan geografinya

-Formal/nonformal yang mengakibatkan bahasa baku/ tidak baku
Contoh: Kata tersangka, terdakwa, dan tertuduh kita bedakan berdasarkan maknanya.

-Umum dan khusus yang mengakibatkan terjadinya bahasa umum dan khusus.

KALIMAT AKTIF

Definisi
 kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif :

1. KESATUAN GAGASAN

Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).
2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.
4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.
5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.
Contoh kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.



SUMBER        :