Contoh kata diksi yang tidak baik :
Rabu, 11 November 2015
Selasa, 10 November 2015
Merawat saxophone
Tips: Merawat SAXOPHONE
Oleh:
Prisca Larasati
Saxophone, sangat perlu perawatan
Ada beberapa Tips/cara agar Saxophone kita senantiasa 'Excellence'
performance nya.
-Buka dan keluarkan saja dari covernya setiap hari, waktunya bisa pagi, siang atau sore, sesempat kita. Periksa apakah ada noda-noda disekujur tubuhnya yang sexy. Noda-noda itu biasanya bekas keringat dari tangan kita, atau ludah kita yang sedikit keluar dari 'hole nada' yang membuka dan menutup pada saat kita bermain. Dengan menggunakan kain yang lembut kita lap sampai noda-noda hilang. Dan Bodinya yang sexy itu kembali mengkilap.
-Perhatikan pada saat kita sedang meniup Saxophone dengan posisi berdiri, diusahakan jangan sampai kepala ikat pinggang yang kita pakai (biasanya dari logam keras) melukai body Saxophone dibagian belakang bawah.
-Pada Saxophone banyak terdapat komponen-komponen 'engsel' yang selalu bergerak-gerak pada saat dimainkan, perhatikan setiap kali kita selesai bermain bagian-bagian 'sekrup' barangkali kendor. Kencangkan kembali dengan mempergunakan 'obeng kecil' agar bagian yang kendor tidak terlepas.
-Buka bagian 'NECK' kemudian dicuci dengan air dibagian dalamnya agar bekas ludah kita bersih, seterusnya dilap dengan kain lembut sampai kering, Mouthpiece dan Reed juga dicuci hingga bersih dari ludah kita seterusnya juga dilap dengan kain lembut sampai kering supaya tidak menimbulkan jamur.
-Jangan lupa memasang kembali 'penyerap' ludah yang terpasang pada body Saxophone kita, agar tidak ada bekas 'endapan' ludah kita didalamnya.
Nah setelah semua itu kita lakukan, 'parkir' kembali si Sexy di tempatnya. Niscaya Saxophone kita selalu tampil prima dan 'sehat'. Selamat mencoba
Saxophone, sangat perlu perawatan
Ada beberapa Tips/cara agar Saxophone kita senantiasa 'Excellence'
performance nya.
-Buka dan keluarkan saja dari covernya setiap hari, waktunya bisa pagi, siang atau sore, sesempat kita. Periksa apakah ada noda-noda disekujur tubuhnya yang sexy. Noda-noda itu biasanya bekas keringat dari tangan kita, atau ludah kita yang sedikit keluar dari 'hole nada' yang membuka dan menutup pada saat kita bermain. Dengan menggunakan kain yang lembut kita lap sampai noda-noda hilang. Dan Bodinya yang sexy itu kembali mengkilap.
-Perhatikan pada saat kita sedang meniup Saxophone dengan posisi berdiri, diusahakan jangan sampai kepala ikat pinggang yang kita pakai (biasanya dari logam keras) melukai body Saxophone dibagian belakang bawah.
-Pada Saxophone banyak terdapat komponen-komponen 'engsel' yang selalu bergerak-gerak pada saat dimainkan, perhatikan setiap kali kita selesai bermain bagian-bagian 'sekrup' barangkali kendor. Kencangkan kembali dengan mempergunakan 'obeng kecil' agar bagian yang kendor tidak terlepas.
-Buka bagian 'NECK' kemudian dicuci dengan air dibagian dalamnya agar bekas ludah kita bersih, seterusnya dilap dengan kain lembut sampai kering, Mouthpiece dan Reed juga dicuci hingga bersih dari ludah kita seterusnya juga dilap dengan kain lembut sampai kering supaya tidak menimbulkan jamur.
-Jangan lupa memasang kembali 'penyerap' ludah yang terpasang pada body Saxophone kita, agar tidak ada bekas 'endapan' ludah kita didalamnya.
Nah setelah semua itu kita lakukan, 'parkir' kembali si Sexy di tempatnya. Niscaya Saxophone kita selalu tampil prima dan 'sehat'. Selamat mencoba
Teknik dasar bermain saxophone
TEKNIK
DASAR
BERMAIN
SAXOPHONE
a. Embouchure
Kata embouchure berasal
dari bahasa Perancis yang artinya “mulut sungai”]. Di dalam teknik
bermain saxophone, embouchure menggambarkan formasi antara bibir, gigi, rahang,
dan otot-otot di sekitar mulut ketika udara ditiupkan melalui mouthpiece.
Secara alamiah, embouchure berakibat pada upaya untuk menghasilkan tone yang
baik dan kemampuan untuk mengendalikan saxophone dengan baik
Dalam praktek, terdapat beberapa
formasi embouchure yang sering digunakan oleh banyak saxophonist, namun penulis
hanya akan menguraikan salah satu formasi embouchure yang saat ini paling
banyak digunakan dan dapat menghasilkan kualitas suara dan tone yang baik. Berikut
ini adalah gambar dari formasi embouchure :

Gambar yang paling atas
menggambarkan embouchure yang kurang baik. Terlalu banyak bibir bagian bawah
yang menempel pada gigi, dan bibir bagian bawah terlalu banyak melipat ke dalam
mouthpiece. Pada formasi seperti ini sulit menghasilkan suara dan tone yang
lebih terang (bright), lebih bebas, dan lebih fleksibel. Sedangkan formasi
embouchure pada gambar yang paling bawah dapat menghasilkan suara dan tone yang
lebih terang, karena getaran reed yang dihasilkan dapat lebih bebas. Dari
gambar ini, reed tetap tersentuh oleh bibir bagian bawah, namun hanya sebagian
kecil bagian dari bibir bawah yang berada di antara mouthpiece dan gigi.
Bayangkan huruf “V” untuk mencari posisi bibir yang nyaman agar menghasilkan
tone yang baik.
Aspek
penting lainnya dari formasi embouchure ini adalah seberapa banyak bagian
mouthpiece yang masuk ke dalam mulut. Jika terlalu sedikit bagian mouthpiece
yang masuk ke dalam mulut, maka sound atau suara yang dihasilkan akan kecil dan
mengurangi kemampuan untuk mengontrol saxophone. Satu cara untuk mengetahui
apakah mouthpiece terlalu dalam masuk ke dalam mulut atau tidak adalah dengan
melihat mouthpiece dari samping dengan reed yang terpasang pada mouthpiece.
Perhatikan bahwa jarak antara reed dan mouthpiece (facing tip of the
mouthpiece) semakin menjauh. Titik pertemuan antara reed dan
mouthpiece yang akan berjarak itulah kira-kira posisi gigi bagian atas yang
menempel pada mouthpiece seharusnya diletakkan.
b. Tongue
(Tonguing à teknik lidah)
Teknik
lidah (tongue;tonguing) merupakan salah satu teknik dasar yang juga penting
dalam memainkan saxophone. Lidah digunakan untuk memberikan attack atau
aksen ketika mulai mengeluarkan udara melalui mouthpiece.
Terdapat
berbagai macam variasi tonguing, namun pada umumnya teknik
menggunakan tonguing adalah dengan menyentuhkan ujung lidah dengan ujung reed,
sembari mengucapkan ”dah” ketika ujung lidah menyentuh ujung reed.
c. Breathing (pernapasan)
Memainkan woodwind instrumen
seperti saxophone adalah sama seperti melakukan olah raga, kita harus sering
berlatih agar kemampuan memainkan wind istrument semakin baik sejalan dengan
semakin baiknya kondisi tubuh kita. Latihan pernapasan harus menjadi bagian
latihan rutin kita agar kemampuan untuk menguasai instrumen bertambah pula.
Pada kenyataannya, latihan
pernapasan yang rutin sangat banyak membantu kehidupan kita. Beberapa manfaat
penting latihan pernapasan bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah :
·
Bermanfaat
bagi kesehatan manusia. Para ahli meyakini jika setiap manusia di dunia
mengambil napas dalam 10 hitungan yang lambat dan mengambil napas dalam-dalam
setiap hari, maka kita sudah bisa menghindari munculnya penyakit paru-paru di
bumi;
·
Menurut
aturan yoga, latihan mengambil napas dalam-dalam merupakan salah satu bentuk
meditasi. Dengan mengambil napas dalam-dalam secara teratur akan membantu
pikiran kita untuk fokus pada satu hal. Tentunya hal ini sangat membantu kita
dalam memainkan musik yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan juga membantu kita
untuk mengatasi perasaan gugup ketika akan menghadapi suatu pementasan;
·
Selain
itu, terdapat juga manfaat secara spiritual. Dalam ajaran Islam dikenal
pengucapan Istighfar ketika kita sedang emosi atau tersadar dari khilaf. Ketika
kita mengucapkan Astaghfirullah al Azhiim (baik secara
singkat maupun yang lengkap), sebenarnya terjadi pengendalian ritme bernapas.
Napas menjadi lebih teratur, sehingga cairan adrenalin yang naik ketika emosi
(yang menyebabkan seseorang yang emosi menjadi sesak) dapat dikendalikan
kembali. Begitu juga ketika kita membaca ayat-ayat suci Al Qur’an, dalam setiap
memulai membaca kita mengambil napas lalu secara teratur napas kita keluarkan
bersamaan dengan pembacaan ayat-ayat suci di akhir kalimat. Contoh nyata kaitan
pernapasan dengan spiritualitas yang dialami seorang musisi adalah saxophonist
John Coltrane[2]. Pada periode akhir tahun
1950-an John Coltrane mengalami proses transformasi dari masa hard bop menuju
masa avant-guard style. Pada saat Coltrane mengalami masa hard bop, dia
mengeluarkan ide-ide yang lebih jauh dari yang pernah ada sebelumnya, pada masa
ini dia menghasilkan frase-frase improvisasi yang sangat panjang dengan akurasi
kecepatan yang sangat tinggi. Bagi saxophonist, upaya menghasilkan siklus
pernapasan (seperti yang dilakukan Coltrane) sangat mirip dengan latihan
pernapasan Prana dalam Hatha Yoga. Kemudian dari periode hard bop, Coltrane mengalami
transformasi menuju gaya permainan avant-guard yang hampir mengabaikan semua
kaidah-kaidah dalam musik jazz tradisional, dalam periode ini hampir semua
album yang dihasilkannya menggunakan pengendalian emosi pada tenor saxophone.
Semua album yang dihasilkan pada periode ini menggunakan tema-tema spiritual
dan berpuncak pada lahirnya album “A Love Supreme” yang menjadi album paling
berpengaruh pada perkembangan jazz dunia.
SUMBER : https://boykepriyoutomo.wordpress.com/saxophone-music-theory/teknik-dasar-bermain-saxophone/
PUISI BERANJAK
PUISI
BERANJAK
Suci bersih
Tak menegerti apa dunia
Dan apa saja yang akan terjadi saat
di dunianya
Wajah polos tak ternoda
Menegerti cinta dan Patah hati
Ketika beban hidup terasa berat
Mengembara tanpa arah
Sabarnya selalu terbatas
Hingga terasa hidup tapi tak hidup
Karya : Helmas Hardanto
Karya : Helmas Hardanto
puisi kegelisahan
PUISI
KEGELISAHAN
Gelap
terbitlah senja
Hening
semilir angina
Tatapan
kosong tanpa arti
Terlihat jelas samudera biru diatas kepalaku
Jatuh
dalam harapan
Waktu
di paksa untuk berhenti
Pernah
jatuh mencoba bangkit
Mencoba
bangkit namun jatuh kemabali
Hilang
arah hilang tujuan
Hati
mengeras seperti baja
karya : Helmas Hardanto
karya : Helmas Hardanto
CERITA PENDEK PENUH MAKNA
CERITA
PENDEK PENUH MAKNA
1. Sebuah
bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat Menelusuri
jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”
Makna
Ada sebagian orang harus berusaha
keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat
tragis!.
Dan juga dikarenakan harus menghadapi
dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat
khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul
keluar.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Seorang bocah kecil bertanya
kepada ayahnya, Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak
dari pada anaknya? Ayahnya menjawab, Sudah tentu!Siapa yang menemukan listrik?
Edison. Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”
Makna
Pakar acapkali adalah kerangka kosong
yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Sebuah
gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi
walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang
kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, plak’ gembok
besar itu sudah terbuka.
Makna
Hati dari setiap insan, persis
seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi
yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan
mencurahkan perhatian, Anda baru bisa
merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari
orang lain.
Resep Kue Cubit Enak dan Empuk
Resep Kue Cubit Enak dan Empuk
Resep kue cubit
Bahan:
50 gram tepung terigu, ayak
50 gram gula pasir
50 gram margarin, cair
1 sdt baking powder
2 gram ragi
100 gram telur
Topping:
Cokelat keping
cokelat batangan, potong
biskuit hitam, hancurkan
Cara Membuat:
1. Campur semua bahan jadi satu. Aduk perlahan dengan sendok kayu. Aduk sampai semua bahan tercampur rata.
2. Diamkan 15 menit agar adonan mengembang.
3. Panaskan cetakan kue cubit, oles dengan minyak. Tuangkan adonan kue cubit ke dalam cetakan. Tutup, biarkan matang.
4. Setelah tiga menit di masak, tambahkan topping sesuai keinginan Anda. Tutup kembali.
5. Masak sampai tingkat kematangan yang diinginkan. Jika ingin matang sempurna, masak sekitar 10 menit dengan api sedang.
Bahan:
50 gram tepung terigu, ayak
50 gram gula pasir
50 gram margarin, cair
1 sdt baking powder
2 gram ragi
100 gram telur
Topping:
Cokelat keping
cokelat batangan, potong
biskuit hitam, hancurkan
Cara Membuat:
1. Campur semua bahan jadi satu. Aduk perlahan dengan sendok kayu. Aduk sampai semua bahan tercampur rata.
2. Diamkan 15 menit agar adonan mengembang.
3. Panaskan cetakan kue cubit, oles dengan minyak. Tuangkan adonan kue cubit ke dalam cetakan. Tutup, biarkan matang.
4. Setelah tiga menit di masak, tambahkan topping sesuai keinginan Anda. Tutup kembali.
5. Masak sampai tingkat kematangan yang diinginkan. Jika ingin matang sempurna, masak sekitar 10 menit dengan api sedang.
EKILAS TENTANG BANDMINTON / BULU TANGKIS
SEKILAS TENTANG BANDMINTON / BULU TANGKIS
Bulu tangkis (sering disingkat bultang)
atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua
orang (untuk tunggal) atau
dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip
dengan tenis, bulu tangkis
bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock")
melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan
berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
PERLENGKAPAN
Raket
Secara tradisional raket
dibuat dari kayu.
Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi
bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional
berkomposisikan komposit serat
karbon (plastik
bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan
berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah
model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau
keseluruhan raket.
Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam
bulu tangkis adalah senarnya.
Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum
bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai
dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb.
Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam
olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk
setengah bola yang terbuat dari gabus.
Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.
Sepatu
Karena percepatan
sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan
lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis
membutuhkan sol karet untuk cengkraman
yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik,
dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan
agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan
kaki.
|
|
Permainan
dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.
sekilas tentang saxophone
SEKILAS TENTANG SAXOPHONE
Saxophone adalah alat musik yang
masuk dalam kategori aerophone, single-reed woodwind instrument. Saat ini
saxophone sangat popular digunakan dalam musik jazz, dan memiliki berbagai
jenis dengan range yang berbeda-beda.
Saxophone
berasal dari Belgia, dibuat oleh seorang pemain clarinet dan pembuat alat musik
bernama Adolphe Sax pada awal tahun 1840. Tentang
bagaimana munculnya ide pembuatan Saxophone sendiri tidak jelas, dan para ahli
menyimpulkan bahwa salah satu kemungkinan adalah Saxophone lahir dari hasil
eksperimen Sax dengan berbagai Clarinet, Adolphe Sax juga terkenal dengan
desain ulang Bass Clarinet, dengan dua register instrument yang terpisah satu
oktaf.
Walau menurut
penelitian Saxophone lahir pada tahun 1841, namun lebih tepat jika tahun
kelahirannya adalah pada saat Sax mempatenkan ciptaannya itu pada tahun 1846.
hak paten Sax mencakupi 2 keluarga Saxophone yaitu keluarga orkestra (in C dan
in F) dan keluarga band (in Bb dan in Eb).
Hanya beberapa
dari isi table di atas yang dibuat pada saat Sax mempaten karena ada pendapat
yang mengatakan bahwa pada awalnya Sax berniat membuat Saxophone sebagai
instrument tenor/bass.
Pengunaan
Saxophone ini pertaman kali muncul ke permukaan oleh sahabat dari Sax yaituHector
Berlioz pada tahun 1942.
pengunaannya di orkestra sangat jarang, hanya beberapa composer klasik yang
menggunakannya seperti Berlioz,
Maurice Ravel, dan composerJerman Richard Wagner.
Perkembangan
teknis dari Saxophone ini dapat dibagi menjadi dua fase yaitu pada saat hak
paten Sax masih berlaku dan sesudahnya. Pada fase pertama, perubahan dan
perkembangannya berjalan lambat, dan mekanisme saxophone lebih sederhana, lebih
mirip kepada clarinet. Namun setelah hak paten habis pada tahun 1866, muncul
banyak pembuat Saxophone yang akhirnya mengakibatkan perkembangannya yang lebih
cepat secara teknis. walau begitu, dalam 150 tahun perkembangannya, fondasi
dasar Saxophone tidak banyak berubah dari desain awalnya. pada awalnya
saxophone banyak digunakan dalam band militer. Hingga memasuki 1900-an,
saxophone secara perlahan mulai banyak digunakan, salah satunya dalam
pertunjukkan Vaudeville
dan dance band mengantikan
violin.
Sampai saat
ketika musisi Jazz mulai melirik saxophone, dengan mengaplikasikan phrasing dan
attack dari trumpet. Sekitar tahun 1920-an, dengan tokoh seperti Sidney Bechet, dan Coleman
Hawkins. Lalu disempurnakan pada tahun 1930-an dengan Lester Young, lalu
muncul Charlie Parker. Musisi yang disebutkan di atas bereksperimen dengan
berbagai tone dan suara dari saxophone hingga teknik bermainnya berkembang
seperti saat ini dan menjadikan saxophone menjadi alat musik yang sangat
popular.
Saat ini saxophone yang paling umum
digunakan adalah Soprano
(Bb), Alto (Eb), Tenor (Bb), dan Baritone (Eb).
Puisi keheningan malam
PUISI
Keheningan
Malam
Malam
menjadi terlalu dingin
Ketika
pagi tak seperti biasa lagi
Ketika
panas tak terasa sakit
Ktika
dingin terasa menusuk
Jam
berdetak pukul dua belas
Hidup
atau mati untuk esok
Berjalan
tak bernyawa
Memebeku
dalam suatu ritme
Jantung
terdiam sesaat
Terasa
dingin namun panas
Berpikir
namun hanya berputar
Karya : helmas
hardanto
PUISI SEMANGAT
PUISI
SEMANGAT
Bangkit
dari kerterpurukan
Berdiri
tegak penuh semangat
Hari
ini adalah saksi dimana mimpi itu akan terwujud
Mimpi
itu dekat hanya tinggal membuatnya menjadi nyata
Gagal
bukan alasan untuk menyerah
Tegar
saat menghadapi masalah
Tekad
yang tinggi setinggi langit
Keyakinan
yang tidak akan goyah di terpa angin
Esok akan terpancar sebuah senyuman indah
Diksi dan kalimat aktif
Diksi
dan kalimat aktif
DIKSI
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, diksi adalah pemilihan kat yang tepat dan selaras dalam
penggunaanya sehingga dapat memberikan kesan / makna / efek sesuai dengan
harapan.
Fungsi Diksi ?
- Mudah dipahami.
Pemilihan diksi yang tepat dan selaras akan memudahkan pembaca atau pendengar
lebih mudah dalam memahami arti kata atau makna kalimat atau gagasan yang
hendak ingin disampaikan. misal dalam menulis buku cerita yang memiliki tujuan
anak-anak remaja sebagai sasaran pembaca, maka gunakanlah kata-kata sederhana
yang mudah dipahami dengan demikian pesan moral yang ingin disampaikan akan
sampai pada hati pembaca
-Mendapatkan tujuan.
Dengan menggunakan diksi yang tepat, maka peluang untuk mendapatkan tujuan
lebih besar. Hal ini karena komunikasi yang berlangsung sangat efektif selain
itu pemilihan kata yang sesuai dengan suasana resmi ataupun tidak resmi akan
menciptakan ekspresi tertentu yang dapat menyenangkan pendengar atau pembaca.
Kata yang digunakan menunjukkan makna yang ingin diutarakan. Namun demikian,
seringkali kata yang digunakan memiliki arti yang berbeda dengan makna itu
sendiri.
Manfaat Diksi
1.Dapat membedakan secara cermat kata-kata denitatif dan konotatif,
bersinonim dan hapir bersinonim, kata-kata yang mirip dalam ejaannya.
2.Dapat membedakan kata-kata ciptaan sendiri fan juga kata yang mengutip
dari orang yang terkenal yang belum diterima dimasyarakat. Sehingga dapat
menyebabkan kontroversi dalam masyarakat.
Untuk memenuhi kedua syarat tersebut maka perlu diperhatikan hal – hal
sebagai berikut :
1.Pilihan kata sesuai dengan kaidah kelompok kata/frase
Tepat
Contoh: Makna kata lihat dengan kata pandang biasanya bersinonim,
tetapi kelompok kata pandangan mata tidak dapat digantikan dengan
lihatan mata.
Seksama
Contoh: Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk
kata-kata yang bersinonim. Kita biasanya mengatakan hari raya serta hari
besar, tetapi kita tidak pernah mengatakan hari agung, hari akbar ataupun
hari tinggi. Begitu pula dengan kata jaksa agung tidak dapat digantikan
dengan jaksa besar ataupun jaksa raya, atau pun jaksa tinggi karena
kata tersebut tidak seksama.
Lazim
Lazim adalah kata itu sudah menjadi milik bahasa Indonesia. Kata yang
tidak lazim dalam bahasa Indonesia apabila dipergunakan sangatlah akan
membingungkan pengertian saja.
Contoh: Kata makan dan santap bersinonim. Akan tetapi tidak dapat
mengatakan Anjing bersantap sebagai sinonim anjing makan. Kemudian
kata santapan rohani tidak dapat pula digantikan dengan makanan rohani.
Kedua kata ini mungkin tepat pengelompokannya, tetapi tidak seksama
serta tidak lazim dari sudut makna dan pemakain-nya.
2.Pilihan kata sesuai dengan kaidah makna kata.
Berdasarkan bentuk maknanya, makna dibedakan atas dua macam yaitu:
Makna Leksikal adalah makna kamus
atau makna yang terdapat di dalam kamus, makna ini dimiliki oleh kata
dasar. Contoh : makan, tidur, ibu, adik, buku.
Makna
Gramatikal adalah makna yang dimiliki kata setelah mengalami
proses gramatikal, seperti proses afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi
(pengulangan), dan komposisi (pemajemukan). Contoh : Proses afiksasi
awalan me- pada kata dasar kotor ; Adik mengotori lantai itu.
3. Pilihan kata sesuai dengan Kaidah Lingkungan Sosial Kata
Diksi harus selalu diperhatikan lingkungan pemakian kata-kata. Dengan
membedakan
lingkungan itu, pilihan kata yang kita lakukan akan lebih tepat dan
mengena. Lingkungan itu dapat kita lihat berdasarkan :
-Tingkat sosial yang mengakibatkan
terjadinya sosiolek
Contoh: Kata- kata mati, meninggal dunia, wafat, tewas, mampus, mangkat
kita bedakan penggunaanya di dalam bahasa Indonesia berdasarkan rasa
bahasa bukanlah melihat tingkat sosialnya
-Daerah/geografi yang mengakibatkan
dialek
Contoh: Kata-kata bis,kereta, dan motor kita bedakan penggunaanya
berdasarkan geografinya
-Formal/nonformal yang mengakibatkan
bahasa baku/ tidak baku
Contoh: Kata tersangka, terdakwa, dan tertuduh kita bedakan berdasarkan
maknanya.
-Umum dan khusus yang mengakibatkan
terjadinya bahasa umum dan khusus.
KALIMAT AKTIF
Definisi
kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa,
jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai
dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
Kalimat
efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara
tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Ciri-Ciri
Kalimat Efektif :
1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).
1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).
2.
KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat
itu harus diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
3.
KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.
4.
PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.
5.
KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.
Contoh
kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.
SUMBER :
Langganan:
Postingan (Atom)



